Minggu, 21 Maret 2010

Suku Surma dari Afrika

By Pazia Netz Minggu, 21 Maret 2010 0 comments
Layaknya suku-suku di Afrika, Suku Surma hidup seperti pada awal peradaban manusia. Mereka hidup dengan mengandalkan budaya berburu dan meramu. Praktis mereka tidak memiliki struktur pemerintahan atau adat-adat pada tingkatan yang lebih tinggi. Apa yang mereka makan adalah dari berburu dan meramu bahan-bahan yang ada disekitar mereka.

Meski masih sangat sederhana Suku Surma sangat mengagungkan moralitas. Aturan keluarga, perkimpoian dan hubungan suami istri mendapatkan porsi besar dalam budaya mereka. Mereka punya cara unik untuk membedakan wanita yang masih perawan dengan wanita yang sudah memiliki suami. Ciri unik ini dapat langsung dilihat pada bagian muka wanita tersebut.

Tanda itu terletak pada bibir mereka. Untuk wanita yang belum memiliki suami bibir mereka layaknya wanita-wanita pada umumnya. Sementara bagi wanita yang telah memiliki suami, pada bagian bibir bawah akan dipasang semacam piringan yang terbuat dari tanah liat. Memang kesannya sangat mengerikan, saat melihat bibir bawah itu dilukai kemudian secara perlahan dimasukkan piringan. Dari ukuran kecil hingga ukuran tertentu sesuai dengan selera serta status yang bersangkutan.

Pada perkembangan selanjutnya ukuran piring di bibir ini juga menjadi penanda kemampuan ekonomi keluarga wanita tersebut. Jadi semakin besar piring yang dikenakan, kekayaan berupa hewan ternak, utamanya sapi dan kambing, semakin banyak juga. Kadang piringan ini juga menjadi penanda seberapa banyak sapi atau hewan ternak yang diberikan pada pihak wanita sebagai mas kimpoi.





Sharing is sexy

Related posts

0 komentar for this post

Poskan Komentar